Hukum Berkumur-kumur dan Istinsyaq Ketika Wudhu Saat Sedang Berpuasa

Posted at May 1, 2019 by detikilmu123 on category Nasehat, Tanya Jawab

Pertanyaan:

Benarkah orang yang berpuasa tidak boleh berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung ketika wudhu tatkala puasa?

Jawab:

Hal itu TIDAK BENAR.

Bahkan yang benar: orang yang berpuasa, tatkala dia berwudhu, tetap disyariatkan baginya untuk kumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke hidung).

Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda:

بالِغْ في الاسْتِنْشَاق، إلا أن تكون صَائِماً

“Bersungguh-sungguhlah engkau dalam istinsyaq (memasukkan air ke hidung) kecuali engkau dalam keadaan berpuasa.” (H.R. Abu Dawud dan selainnya, dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah).

Dari hadits di atas dipahami bahwasanya baik ketika sedang berpuasa ataupun ketika sedang tidak berpuasa tetap disyariatkan berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung ketika berwudhu.

Namun bedanya adalah tatkala sedang tidak berpuasa maka hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam istinsyaq, sedangkan ketika sedang berpuasa hendaknya kita secukupnya tidak berlebih-lebihan.

Begitu pula berdasarkan perbuatan Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam

Adalah Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam tetap berkumur-kumur dan istinsyaq tatkala berwudhu ketika sedang berpuasa.

Baarokallahu fiikum..

Semoga Allah memberkahi kita semua..

Lalu bagaimana tatkala kita berkumur-kumur atau istinsyaq, kita sudah berusaha berhati-hati agar tidak ada air yang tertelan / termasuk ke hidung, lalu tanpa sengaja airnya tertelan?

Jawab: Tidak ada masalah, puasanya tetap sah. Karena masuknya air tersebut tidak dengan sengaja.

Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إن الله تجاوز عن أمتي الخطأ والنسيان، وما استكرهوا عليه

“Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku (kesalahan-kesalahan mereka yang disebabkan oleh) tersalah (tidak sengaja), lupa, dan apa-apa yang mereka dipaksa atasnya.” (H.R. Ibnu Majah dan selainnya, dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah).

Begitu pula terkait do’a kaum Mukminin di surat Al-Baqoroh ayat 286:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

“Wahai Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami (melakukan kesalahan karena) lupa atau karena kami tersalah (tidak sengaja)”

Maka dalam hadits riwayat Muslim no. 200 (126), disebutkan bahwasanya Allah Azza Wa Jalla menjawab:

قد فعلت

“Telah Aku kabulkan”

Jadi sebuah kesalahan yang dilakukan karena lupa atau tidak sengaja, maka Allah akan mengampuninya.

Baarokallahu fiikum..

Semoga Allah memberkahi kita semua..

Ditulis oleh

Abu Misykah Karim



Related Posts to Hukum Berkumur-kumur dan Istinsyaq Ketika Wudhu Saat Sedang Berpuasa