![]() |
| Guruh Soekarnoputra (Foto: wikipedia) |
Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra disebut mengembuskan napas
terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi,
Jakarta. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan
Hasto Kristiyanto.
Guruh merupakan putra bungsu Soekarno dan Fatmawati. Ia dikenal
sebagai seniman sekaligus politikus. Sepanjang hidupnya, Guruh banyak berkarya
di bidang musik, tari, koreografi, dan kebudayaan Nusantara.
Kabar meninggalnya Guruh kemudian membuat perhatian publik tertuju
pada prosesi pemakaman dan ibadah yang dilakukan untuk almarhum.
Bagi umat Islam, salah satu ibadah yang dilakukan terhadap seorang Muslim yang meninggal dunia adalah sholat jenazah. Lantas, bagaimana tata cara sholat jenazah dan bacaannya?
Hukum Sholat Jenazah
Hukum sholat jenazah fardhu kifayah. Artinya, kewajiban tersebut
gugur dari umat Muslim lainnya apabila sudah ada sebagian orang yang
melaksanakannya.
Sholat jenazah dilakukan dengan empat kali takbir, tanpa rukuk dan
sujud. Pelaksanaannya diawali dengan niat dan diakhiri dengan salam.
Sebelum melaksanakan sholat jenazah, terdapat sejumlah syarat yang
perlu diperhatikan, antara lain suci dari hadas dan najis, menutup aurat,
berdiri bagi yang mampu, serta menghadap kiblat.
Berbeda dengan sholat fardu lima waktu, sholat jenazah tidak memiliki rukuk dan sujud. Rangkaian utamanya terdiri dari empat kali takbir, yang diselingi dengan bacaan Al-Fatihah, shalawat, serta doa untuk jenazah.
Bagi umat Muslim yang berada jauh dari lokasi jenazah, terdapat pula sholat ghaib. Secara praktik, sholat ghaib dilakukan seperti sholat jenazah, tetapi jenazah tidak berada di hadapan orang yang melaksanakan sholat.
Tata Cara Sholat Jenazah
Menukil laman Kementerian Agama RI, berikut tata cara sholat jenazah yang dapat menjadi panduan:
1. Membaca Niat
Sholat jenazah diawali dengan niat. Lafal niat untuk jenazah laki-laki, adalah sebagai berikut:
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzal-mayyiti arba‘a takbiratin (imaman/ma’muman) fardha kifayatin lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah (laki-laki) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta‘ala.”
Jika jenazah perempuan, maka lafal niatnya sebagai berikut:
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘ala hadzihil-mayyitati arba‘a takbiratin (imaman/ma’muman) fardha kifayatin lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat shalat atas jenazah (perempuan) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Niat tersebut pada dasarnya ditujukan untuk melaksanakan sholat atas jenazah dan tidak harus menyebutkan nama orang yang meninggal.
2. Takbir Pertama
Setelah niat, lakukan takbir pertama atau takbiratul ihram. Kemudian membaca Surat Al-Fatihah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿١﴾ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ﴿٢﴾ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴿٣﴾ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ﴿٤﴾ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ﴿٦﴾ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّينَ ﴿٧﴾
Bismillahir-rahmanir-rahim (1), al-hamdu lillahi rabbil-‘alamin (2), ar-rahmanir-rahim (3), maliki yaumid-din (4), iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in (5), ihdinas-shirathal-mustaqim (6), shirathal ladzina an‘amta ‘alaihim ghairil-maghḍubi ‘alaihim walad-dhallin (7).
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1). Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2). Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (3). Pemilik hari Pembalasan (4). Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan (5). Bimbinglah kami ke jalan yang lurus (6). (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat (7).”
Sholat jenazah tidak disertai rukuk maupun sujud.
3. Takbir Kedua
Setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan takbir kedua. Pada bagian ini, jamaah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Salah satu bacaan shalawat yang dapat dibaca adalah:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”
Shalawat versi lengkap:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad kama shallaita ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, kama barakta ‘ala sayyidina Ibrahim wa ‘ala ali sayyidina Ibrahim, fil-‘alamina innaka hamidun majid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
4. Takbir Ketiga
Selanjutnya dilakukan takbir ketiga. Setelah takbir ketiga, jamaah membaca doa untuk jenazah. Inti doa tersebut adalah memohon ampunan, rahmat, dan kebaikan bagi orang yang telah meninggal dunia.
Doa untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ
Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ madkhalahu.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburnya.”
Doa versi lengkap untuk jenazah laki-laki:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahumma-ghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa‘fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi min al-khathaya kama naqqaitats-tsawbal-abyadha minad-danas, wa abdilhu daran khayran min darihi, wa ahlan khayran min ahlihi, wa zawjan khayran min zawjihi, wa adkhilhul-jannata, wa a‘id-hu min ‘adzabil-qabri wa ‘adzabin-nar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
Doa untuk jenazah perempuan:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا
Allahumma-ghfir laha warhamha wa ‘afiha wa‘fu ‘anha wa akrim nuzulaha, wa wassi‘ madkhalaha.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, dan lapangkanlah kuburnya.”
Doa versi panjang:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahumma ighfir laha, warḥamha, wa ‘afiha, wa‘fu ‘anha. Wa akrim nuzulaha, wa wassi‘ madkhalaha, waghsilha bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi. Wa naqqiha minal-khaṭaya kama naqqaytats-tsawbal-abyadha minad-danas. Wa abdilha daran khayran min dariha, wa ahlan khayran min ahliha, wa zawjan khayran min zawjiha. Wa adkhilhal-jannata, wa a‘idhha min ‘adzabil-qabri wa ‘adhabin-nar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, bersihkanlah dia dengan air, salju, dan embun. Sucikanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangannya dengan pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
5. Takbir Keempat
Setelah doa pada takbir ketiga, dilanjutkan dengan takbir keempat. Kemudian membaca doa untuk jenazah.
Doa untuk jenazah laki-laki:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّ بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَناَ وَلَهُ
Allahumma la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lana wa lahu
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia.”
Doa untuk jenazah perempuan:
اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Allahumma la tahrimna ajraha wa la taftinna ba‘daha, waġhfir lana wa laha.
Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya, dan jangan Engkau timpakan fitnah kepada kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan dia.”
6. Mengucapkan Salam
Setelah membaca doa setelah takbir keempat, sholat jenazah ditutup dengan salam. Bacaan salam yang dapat digunakan adalah:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Artinya: “Semoga keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan dari Allah tercurah atas kalian”.
Doa untuk Guruh Soekarnoputra
Kabar wafatnya Guruh Soekarnoputra disampaikan dengan permohonan agar masyarakat memberikan doa terbaik untuk almarhum.
Keluarga dan pihak yang menyampaikan kabar duka juga memohon agar masyarakat membuka pintu maaf atas kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup serta mendoakannya agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. (*)

Komentar0