TpY8Tfd7TUzpTSzpBSz6BUO5Td==

Tingkatkan Efisiensi Produksi Sagu, Tim Ekspedisi Patriot IPB Bekali Kelompok Tani Dwitrap Keterampilan Perawatan Mesin

detikilmu.com - Tim 13 Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University terus berupaya meningkatkan kualitas dan higienitas produksi tepung sagu Dwitrap melalui penerapan manajemen pemeliharaan mesin produksi dan peralatan pendukung secara teratur. Untuk mendukung itu, Tim 13 Ekspedisi Patriot IPB University memberikan pelatihan perawatan mesin produksi sagu dengan prinsip 5R ke orang asli Papua (OAP) yang tergabung dalam Kelompok Tani Dwitrap pada Rabu, (23/9/2026).

Koordinator Lapangan Tim 13 Ekspedisi Patriot IPB University, Muhamad Husni Tamami menjelaskan, prinsip 5R yang terdiri dari ringkas (seiri), rapi (seiton), resik (seiso), rawat (seiketsu), dan rajin (shitsuke) adalah bagian dari filosofi Kaizen asal Jepang yang berfokus pada penataan dan pengelolaan lingkungan kerja yang bertujuan untuk menciptakan efisiensi, produktivitas, serta perbaikan berkelanjutan.


“Prinsip 5R ini bisa diterapkan di Rumah Produksi Sagu Dwitrap untuk mendukung tata kelola rumah produksi sagu yang baik dan efisien. Metode ini diterapkan secara menyeluruh mulai dari pemarutan, pengayakan, pemerasan, pengendapan, pengepresan, pengeringan, ekstraksi pati sagu, dan pengemasan,” kata Husni.   


Praktisi mesin pengolahan sagu, Winanto, menekankan pentingnya disiplin pembersihan unit ekstraksi pati sagu segera setelah mesin selesai digunakan agar sisa-sisa pati tidak mengendap dan menjadi media berkembangnya bakteri. 


“Penanganan sisa bahan yang tidak dibersihkan akan berdampak buruk pada higienitas tepung karena tidak ada proses sterilisasi susulan setelah tahap ekstraksi pati sagu selesai,” ujar Winanto saat memberikan pelatihan.


Selain pembersihan harian, Winanto memaparkan bahwa pemeliharaan berkala pada komponen yang lebih rumit, seperti saringan separator, harus diatur jadwalnya dengan cermat. 


Ia menyampaikan bahwa pemeriksaan dan pembersihan bagian dalam mesin separator sebaiknya disesuaikan saat Kelompok Tani Dwitrap memiliki persediaan stok produk yang cukup untuk kebutuhan dua hingga tiga hari ke depan agar alur produksi tidak terhenti secara mendadak di tengah jalan.


Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Tani Dwitrap, Yakobus Yatmop, memaparkan pola kerja serta jadwal perawatan berkala yang selama ini telah diterapkan oleh anggota kelompoknya. Ia menerangkan bahwa pembersihan rutin dilakukan setiap produksi. Pembersihan menyeluruh dilakukan setiap tiga batang sagu yang diproduksi.


“Sebelum mesin separator dimatikan pasca-produksi harian, kami membilas saringan dengan mengalirkan air dalam jumlah banyak agar sisa-sisa pati keluar dan saringan tetap dalam keadaan bersih,” tuturnya. 


Meskipun seluruh fasilitas dasar pengolahan seperti mesin pemarut, mesin peramas, bak pengendapan, dan rumah penjemuran telah tersedia dengan baik, ia mengutarakan bahwa kelompoknya masih membutuhkan dukungan peremajaan unit mesin agar kapasitas produksi dapat berkembang optimal.


"Kalau untuk alat-alat Pak lengkap, cuma kurang peremajaan saja," katanya. (Tam)

Komentar0

Type above and press Enter to search.