| LP Ma’arif NU Cilacap menggelar Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) LP Ma’arif NU Cilacap di Aston Inn Hotel Cilacap, Selasa (22/9/2026). |
Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus, kepala sekolah/madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU PCNU Cilacap, pengawas madrasah, serta insan pendidikan di lingkungan LP
Ma’arif NU PCNU Cilacap tersebut menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat
pengelolaan pendidikan sekaligus mendorong lahirnya madrasah dan sekolah yang
inklusif, berkarakter, unggul, dan berdaya saing.
Rakerdin
menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Ketua LP
Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. H. Fakhrudin Karmani, S.Pd.I., M.Si., Anggota
DPR RI Siti Mukaromah, S.Ag., M.Ap., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Siti
Rosidah, S.Ag., Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Cilacap H. Aryo Subroto, S.H., M.Pd., serta Ketua LP Ma’arif NU
Cilacap H. Ali Shadikin, S.Ag., M.Pd.I.
Hadir
pula para pengawas madrasah Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, kepala sekolah
dan kepala madrasah jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di bawah naungan
LP Ma’arif NU PCNU Cilacap, serta para penerima Anugerah Pendidikan Guru
Berprestasi.
Kegiatan
tersebut mengusung semangat “Bersinergi, Berdaya, Berprestasi untuk Pendidikan
Madrasah yang Inklusif dan Berkualitas”. Rangkaian acara tidak hanya berisi
agenda seremonial dan konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan sejumlah
agenda strategis, mulai dari launching madrasah inklusi, penyerahan penghargaan
pendidikan, hingga forum diskusi mengenai penguatan branding satuan pendidikan.
Launching Madrasah Inklusi
Salah satu agenda penting dalam Rakerdin LP Ma’arif NU PCNU Cilacap adalah Launching Madrasah Inklusi. Agenda tersebut sekaligus ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Madrasah Inklusi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, H. Aryo Subroto, S.H., M.Pd. Dua satuan pendidikan yang menerima SK Madrasah Inklusi tersebut adalah MI Ma’arif 07 Karangmangu dan MI Ma’arif Pahonjean 01 Majenang.
Penyerahan
SK tersebut menjadi bagian dari penguatan penyelenggaraan pendidikan inklusif
di lingkungan madrasah Ma’arif NU Kabupaten Cilacap. Dengan ditetapkannya dua
madrasah tersebut sebagai madrasah inklusi, pengembangan layanan pendidikan
diarahkan agar semakin memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta didik.
Program
pendidikan inklusi juga bukan merupakan isu baru dalam pengembangan pendidikan
Ma’arif NU. LP Ma’arif NU Jawa Tengah sebelumnya telah menjalankan program
terkait pendidikan inklusi di sejumlah satuan pendidikan.
Launching
madrasah inklusi dalam Rakerdin kali ini sekaligus memperlihatkan adanya
penguatan program tersebut di tingkat cabang. Kehadiran unsur Kementerian
Agama, pengawas madrasah, dan pimpinan LP Ma’arif NU diharapkan dapat
memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan layanan pendidikan inklusif di satuan
pendidikan.
Apresiasi bagi Guru dan Peserta Didik Berprestasi
Selain
penguatan program pendidikan inklusif, Rakerdin juga menjadi ruang apresiasi
bagi warga pendidikan yang telah menorehkan prestasi.
Dalam
rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pengumuman dan penyerahan penghargaan
kepada para pemenang Lomba Anugerah Pendidikan dan Festival Aswaja LP Ma’arif
NU Cilacap.
Pemberian
penghargaan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diarahkan untuk
memberikan apresiasi terhadap capaian peserta didik, guru, maupun satuan
pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU PCNU Cilacap.
Para
penerima Anugerah Pendidikan Guru Berprestasi juga hadir dalam kegiatan
tersebut. Penghargaan bagi guru berprestasi menjadi salah satu bentuk perhatian
terhadap peran pendidik dalam menjalankan proses pembelajaran dan mengembangkan
potensi peserta didik.
Bagi
lembaga pendidikan, apresiasi terhadap prestasi tersebut dapat menjadi bagian
dari upaya membangun budaya berprestasi sekaligus mendorong satuan pendidikan
untuk terus mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
Konsolidasi Kepala Sekolah dan Madrasah
Rakerdin
juga mempertemukan para kepala sekolah dan kepala madrasah dari berbagai
jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PCNU Cilacap.
Kehadiran
pimpinan satuan pendidikan mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA
membuat forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi lintas
jenjang. Berbagai unsur pendidikan dapat bertukar pengalaman mengenai
pengelolaan lembaga, pengembangan program, peningkatan mutu, hingga strategi
menghadapi perubahan dan tuntutan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Dikutip dari Maarif NU Jateng, dalam konteks LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Rakerdin juga
menjadi bagian dari pola koordinasi organisasi dalam menerjemahkan program
pendidikan ke tingkat satuan pendidikan. Pada Rakerdin LP Ma’arif NU Jawa
Tengah sebelumnya, Fakhrudin Karmani menyebut Rakerdin sebagai tindak lanjut
dari Rakerwil, Rakorwil, dan Rakorcab.
Menuju Madrasah/Sekolah Unggul
Memasuki
sesi berikutnya, Rakerdin dilanjutkan dengan forum “Ngobrol Pendidikan” dengan
tema “Branding Madrasah/Sekolah Menuju Madrasah/Sekolah Unggul.”
Forum
tersebut menghadirkan Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. H. Fakhrudin
Karmani, S.Pd.I., M.Si., dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Siti
Rosidah, S.Ag., sebagai narasumber.
Tema
branding dipilih untuk membahas bagaimana satuan pendidikan dapat membangun
identitas, keunggulan, serta citra positif di tengah persaingan lembaga
pendidikan yang semakin dinamis.
Branding
sekolah dan madrasah dalam konteks pendidikan tidak hanya berkaitan dengan
bagaimana lembaga memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Lebih jauh,
branding berkaitan dengan bagaimana satuan pendidikan menunjukkan karakter,
program unggulan, prestasi, kualitas layanan, serta nilai-nilai yang menjadi
identitas lembaga.
Karena
itu, forum tersebut menjadi kesempatan bagi para kepala sekolah dan kepala
madrasah untuk mendapatkan perspektif mengenai pengembangan satuan pendidikan
sekaligus mendiskusikan strategi agar potensi yang dimiliki masing-masing
lembaga dapat dikomunikasikan secara lebih baik kepada masyarakat.
Sinergi dengan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan Pendidikan
Kehadiran
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, pengawas
madrasah, unsur legislatif, serta jajaran LP Ma’arif NU menunjukkan bahwa
pengembangan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Dalam
kegiatan tersebut, unsur Kementerian Agama berperan dalam konteks pembinaan dan
layanan pendidikan madrasah. Sementara para kepala sekolah dan madrasah menjadi
pelaksana utama pengelolaan satuan pendidikan di lapangan. Di
sisi lain, kehadiran unsur legislatif memberikan ruang komunikasi antara
lembaga pendidikan dengan perwakilan masyarakat di lembaga legislatif.
Dalam forum Rakerdin, kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi dalam pengembangan pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU PCNU Cilacap.
Meneguhkan Arah Pendidikan Ma’arif
Rangkaian
Rakerdin diawali dengan Pra acara yaitu Tawasul dan tahlil, dilanjutkan dengan di antaranya penampilan tari Soyong
dari murid MI Darwata Glempang. Untuk acara opening ceremony, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu
Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, dan Mars
Ma’arif.
Agenda
kemudian berlanjut dengan launching madrasah inklusi, pengumuman dan penyerahan
penghargaan, sambutan serta pembinaan, sebelum memasuki sesi diskusi
pendidikan.
Rangkaian
kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa Rakerdin tidak hanya diarahkan sebagai
forum administratif organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan
berbagai aspek pengembangan pendidikan, mulai dari inklusivitas, prestasi,
penguatan sumber daya manusia, pengelolaan lembaga, hingga strategi membangun
keunggulan sekolah dan madrasah.
Ketua
LP Ma’arif NU Cilacap H. Ali Shadikin, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran pengurus
LP Ma’arif NU PCNU Cilacap menjadi bagian penting dalam mengawal pelaksanaan
program pendidikan di tingkat cabang dan satuan pendidikan.
Melalui
Rakerdin tersebut, LP Ma’arif NU PCNU Cilacap mempertemukan berbagai unsur
pendidikan dalam satu forum untuk memperkuat komunikasi dan menyusun langkah
pengembangan lembaga ke depan.
Semangat
“Bersinergi, Berdaya, Berprestasi untuk Pendidikan Madrasah yang Inklusif dan
Berkualitas” menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan. Sementara tema
“Mewujudkan Madrasah yang Maju, Berkarakter dan Berdaya Saing” menjadi arah
penguatan dalam sesi workshop dan diskusi pendidikan.
Komentar0