TpY8Tfd7TUzpTSzpBSz6BUO5Td==

Golongan Manusia yang Masuk Surga Tanpa Hisab, Siapa Saja?

Orang-orang yang masuk surga tanpa hisab (Ilustrasi by AI)

Salah satu keutamaan besar yang diharapkan setiap Muslim ketika di akhirat ialah masuk surga tanpa hisab.

Islam mengajarkan bahwa setiap amal perbuatan manusia sewaktu hidup di dunia akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah SWT.

Namun terdapat sekelompok orang atau golongan tertentu yang justru mendapatkan keistimewaan, yakni masuk surga tanpa hisab.

Lantas siapa saja golongan manusia yang mendapatkan keutamaan besar ini? Apa saja ciri-cirinya dan bagaimana seorang muslim dapat berusaha memiliki sifat-sifat tersebut?

Arti Masuk Surga Tanpa Hisab

Masuk surga tanpa hisab artinya sesorang mendapatkan keutamaan dari Allah SWT di akhirat, yakni dengan tidak menjalani proses perhitungan amal seperti dialami sebagian manusia di hari kiamat.

Istilah hisab merujuk pada proses perhitungan amal yang dilakukan manusia sewaktu hidup di dunia.  Keistimewaan ini merupakan bentuk karunia Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat.

70.000 Orang Masuk Surga Tanpa Hisab

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah ﷺ bersabda:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ وَالنَّبِيَّانِ يَمُرُّونَ مَعَهُمُ الرَّهْطُ، وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ، حَتَّى رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ، فَقُلْتُ: مَا هَذَا؟ أُمَّتِي؟ قِيلَ: هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ، فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلَأَ الأُفُقَ، ثُمَّ قِيلَ لِي: انْظُرْ هَاهُنَا وَهَاهُنَا فِي آفَاقِ السَّمَاءِ، فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلَأَ الأُفُقَ، قِيلَ: هَذِهِ أُمَّتُكَ، وَمَعَ هَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan sifat mereka:

هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَكْتَوُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya:

“Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak menggunakan kay (pengobatan dengan besi panas), tidak melakukan tathayyur (menganggap adanya kesialan karena pertanda tertentu), dan mereka hanya kepada Rabb mereka bertawakal.” (HR. Bukhari No. 5270)

Hadis di atas tidak bernaksud melarang ruqyah, akan tetapi ulama menjelaskan bahwa hadis tersebut menjelaskan sifat tentang tingginya tawakal dan hatinya tidak bergantung kepada selain Allah. Singkatnya, hadis tersebut menjelaskan kuatnya tauhid dan sifat berserah diri yang tinggi kepada Allah SWT.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap satu orang dari mereka membawa 70.000 orang, sehingga jumlah yang memperoleh keutamaan masuk surga tanpa hisab lebih dari 70.000 orang.

Golongan Manusia yang Masuk Surga Tanpa Hisab

Berdasarkan penjelasan hadis tersebut, beberapa karakter utama golongan yang masuk surga tanpa hisab adalah sebagai berikut.

1. Memiliki Tauhid yang Kuat

Mereka memiliki keyakinan yang kuat bahwa hanya Allah yang menjadi tempat bergantung. Hati mereka tidak menggantungkan keselamatan dan pertolongan kepada selain Allah.

Tauhid menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Semakin kuat keyakinan seseorang kepada Allah, semakin besar pula dorongannya untuk menyerahkan urusannya kepada Allah dengan penuh kepercayaan.

2. Bertawakal kepada Allah

Tawakal bukan berarti meninggalkan usaha. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berikhtiar, tetapi hatinya bersandar kepada Allah.

Orang yang bertawakal memahami bahwa usaha manusia memiliki keterbatasan, sedangkan hasil akhirnya berada dalam ketetapan Allah.

Karena itu, ketika menghadapi kesulitan, ia berusaha semaksimal mungkin kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah.

3. Tidak Menganggap Pertanda sebagai Kesialan

Rasulullah ﷺ juga menyebutkan bahwa mereka tidak melakukan tathayyur, yaitu menganggap sesuatu sebagai pertanda buruk yang menyebabkan kesialan.

Islam mengajarkan seorang Muslim untuk tidak menggantungkan nasibnya kepada tanda-tanda atau pertanda tertentu. Keberuntungan maupun musibah tidak ditentukan oleh benda, suara, hari, atau kejadian tertentu, melainkan berada dalam ketetapan Allah.

4. Tidak Bergantung kepada Ruqyah dari Orang Lain

Hadis tersebut menyebutkan bahwa mereka tidak meminta ruqyah. Para ulama menjelaskan bahwa ruqyah yang sesuai syariat pada dasarnya diperbolehkan. Namun, golongan yang mendapatkan keutamaan khusus ini memiliki sifat kesempurnaan tawakal sehingga mereka tidak meminta orang lain melakukan ruqyah untuk dirinya.

Hal ini bukan berarti setiap orang yang pernah meminta ruqyah otomatis kehilangan kesempatan mendapatkan rahmat Allah. Hadis tersebut berbicara mengenai keutamaan khusus bagi orang-orang yang memiliki kesempurnaan dalam tawakal.

5. Tidak Mengandalkan Kay

Kay adalah metode pengobatan dengan menggunakan besi panas. Nabi ﷺ menyebutkannya sebagai salah satu sifat yang mereka tinggalkan.

Namun, hal ini tidak berarti Islam melarang seluruh bentuk pengobatan. Dalam berbagai hadis, Rasulullah ﷺ justru menganjurkan umatnya untuk berobat. Karena itu, pembahasan mengenai kay perlu dipahami dalam konteks hadis dan penjelasan para ulama, bukan sebagai larangan terhadap ikhtiar medis secara umum.

Pelajaran Penting bagi Seorang Muslim

Hadis tentang orang-orang yang masuk surga tanpa hisab bukan sekadar informasi tentang siapa yang mendapatkan keistimewaan. Hadis tersebut juga mengajarkan kita untuk memperbaiki kualitas iman.

  • Di antara pelajaran yang dapat diambil adalah:
  • Memurnikan tauhid hanya kepada Allah.
  • Meningkatkan tawakal kepada Allah.
  • Menjauhi keyakinan terhadap kesialan dan pertanda buruk.
  • Tetap berikhtiar sambil menyerahkan hasil kepada Allah.
  • Tidak menggantungkan hati kepada makhluk.
  • Memperbanyak amal saleh dan menjaga keikhlasan.
  • Berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan Hanya Mengejar Status “Tanpa Hisab”

Keinginan untuk masuk surga tanpa hisab tentu merupakan harapan yang baik. Namun, seorang Muslim tidak seharusnya hanya mengejar status tersebut sambil mengabaikan kewajiban agama.

Yang lebih penting adalah terus berusaha menjadi hamba Allah yang bertauhid, ikhlas, bertawakal, menjalankan kewajiban, menjauhi larangan, dan memperbanyak amal saleh.

Pada akhirnya, keselamatan manusia di akhirat tidak terlepas dari rahmat Allah. Karena itu, seorang Muslim hendaknya selalu berdoa agar diberikan iman yang kokoh, amal yang diterima, dan kehidupan akhirat yang baik.

Kesimpulan

Golongan yang disebut masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab adalah orang-orang yang memiliki keistimewaan dalam tauhid dan tawakal kepada Allah. Rasulullah ﷺ menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak melakukan tathayyur, tidak menggunakan kay, dan mereka bertawakal kepada Rabb mereka.

Hadis ini memberikan motivasi besar agar setiap Muslim memperbaiki hubungan dengan Allah. Bukan sekadar mengandalkan amal, tetapi juga memurnikan tauhid, memperkuat tawakal, menjauhi kesyirikan dan khurafat, serta senantiasa berharap kepada rahmat Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapatkan rahmat dan masuk ke dalam surga-Nya tanpa hisab dan tanpa azab. Aamiin. (*)





Komentar0

Type above and press Enter to search.