![]() |
| Bulan Safar merupakan bulan kedua setelah Muharram (Ilustrasi by Gemini) |
Bulan Safar merupakan bulan kedua
setelah Muharram. Umat Islam harus mengetahui keutamaan dan amalan yang dianjurkan
ketika memasuki bulan Safar.
Tidak sedikit yang bertanya
apakah Bulan Safar memiliki keutamaan khusus dan amalan apa saja yang
dianjurkan untuk dilakukan.
Dalam ajaran Islam, penting untuk
membedakan antara keyakinan yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis yang sahih
dengan tradisi atau mitos yang berkembang di masyarakat.
Rasulullah SAW telah meluruskan
anggapan bahwa Bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan.
Oleh karena itu, memahami
keutamaan Bulan Safar harus didasarkan pada dalil yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Lantas, apa saja keutamaan Bulan
Safar menurut Islam dan amalan yang dianjurkan selama bulan ini? Berikut penjelasannya
sebagaimana detikilmu.com himpun dari berbagai sumber, Senin (29/06/26).
Keutamaan Bulan Safar
1. Bulan Safar Termasuk Salah Satu Bulan dalam Kalender Hijriah
Safar adalah bulan kedua dalam
kalender Hijriah setelah Muharam. Bulan ini merupakan bagian dari penanggalan
Islam yang digunakan untuk menentukan berbagai ibadah, seperti puasa, zakat,
dan ibadah haji.
Meskipun tidak memiliki keutamaan
khusus yang disebutkan secara sahih sebagaimana Ramadan atau Dzulhijjah, Bulan
Safar tetap merupakan bagian dari waktu yang Allah SWT ciptakan dan patut
dimanfaatkan untuk memperbanyak amal saleh.
2. Penegasan Tidak Adanya Mitos atas Bulan Safar
Salah satu pelajaran penting dari
Bulan Safar adalah bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk meninggalkan keyakinan
tentang kesialan yang dikaitkan dengan waktu tertentu.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ وَفِرَّ مِنْ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنْ الْأَسَدِ
"Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu yang membawa pertanda, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar, serta larilah dari penderita kusta sebagaimana engkau lari dari singa." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa
seorang Muslim hendaknya bertawakal kepada Allah SWT dan tidak mempercayai
mitos yang tidak memiliki dasar syariat.
3. Menjadi Momentum Memperkuat Tauhid
Bulan Safar mengingatkan umat
Islam untuk memperkuat akidah dan menjauhi berbagai bentuk tahayul, ramalan,
maupun kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid.
Seorang Muslim diajarkan untuk
meyakini bahwa segala kebaikan maupun musibah terjadi atas izin Allah SWT,
bukan karena datangnya bulan tertentu.
4. Kesempatan Memperbanyak Amal Saleh
Walaupun tidak ada ibadah khusus
yang diwajibkan pada Bulan Safar, umat Islam dianjurkan untuk terus
meningkatkan amal saleh, seperti:
- Membaca Al-Qur'an.
- Berdzikir kepada Allah SWT.
- Bersedekah.
- Menjaga salat tepat waktu.
- Membantu sesama.
Semua amal tersebut memiliki
nilai pahala kapan pun dilakukan.
5. Waktu yang Tepat untuk Muhasabah Diri
Setiap pergantian bulan Hijriah
dapat dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi diri. Muhasabah membantu
seseorang memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia, sehingga
kualitas ibadah terus meningkat dari waktu ke waktu.
6. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Bulan Safar menjadi momen untuk
kembali mempelajari sunnah Nabi Muhammad SAW, terutama dalam meluruskan
berbagai keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Dengan mengikuti sunnah, seorang
Muslim akan lebih mudah membedakan antara ajaran agama dan tradisi yang tidak
memiliki landasan syariat.
7. Pengingat bahwa Semua Hari dan Bulan adalah Baik
Dalam Islam, tidak ada hari atau
bulan yang secara otomatis membawa kesialan bagi seseorang.Allah SWT berfirman:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
"Sesungguhnya Kami
menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar: 49)
Ayat ini mengajarkan bahwa
seluruh ketentuan berada di bawah kehendak Allah SWT. Oleh sebab itu, umat
Islam hendaknya mengisi setiap hari dengan amal kebaikan dan tawakal.
Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Safar
Karena tidak terdapat ibadah
khusus yang disyariatkan hanya untuk Bulan Safar, amalan yang dianjurkan adalah
amalan-amalan umum yang dianjurkan sepanjang waktu.
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Membaca dan mentadabburi
Al-Qur'an merupakan ibadah yang selalu dianjurkan. Jadikan Bulan Safar sebagai
momentum untuk meningkatkan interaksi dengan kitab suci.
2. Menjaga Salat Wajib dan Salat Sunnah
Salat tetap menjadi ibadah paling
utama setelah syahadat. Menjaga salat lima waktu serta menambah salat sunnah
menjadi bekal terbaik bagi setiap Muslim.
3. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Dzikir dapat menenangkan hati
sekaligus memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
4. Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang
sangat dianjurkan kapan saja, termasuk pada Bulan Safar. Selain membantu
sesama, sedekah juga menjadi salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
5. Menjalin Silaturahmi
Mempererat hubungan dengan
keluarga, tetangga, dan kerabat merupakan amalan yang membawa banyak keberkahan
dalam kehidupan seorang Muslim.
Membahas keutamaan bulan Safar
dan amalan yang dianjurkan menurut Islam harus dilakukan secara hati-hati agar
tidak menimbulkan kesan bahwa Bulan Safar memiliki keutamaan khusus yang tidak
didukung oleh dalil yang sahih.
Yang lebih tepat dipahami adalah
bahwa Bulan Safar menjadi momentum untuk memperkuat tauhid, meninggalkan mitos
tentang kesialan, dan memperbanyak amal saleh sebagaimana pada bulan-bulan
lainnya.
Karena itu, manfaatkan Bulan
Safar dengan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, bersedekah,
menjaga silaturahmi, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dengan demikian, setiap bulan
dalam kehidupan seorang Muslim menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh dalam
iman dan amal saleh. (*)

Komentar0