![]() |
| Pengurus Pimda PGMM Cilacap menemui Menag, Nasarudin Umar bahas Nasib Guru Madrasah Swasta |
detikilmu.com, Cilacap - Pimda Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Cilacap menyampaikan langsung berbagai aspirasi terkait nasib guru madrasah swasta kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam audiensi yang berlangsung di kediaman Menteri Agama pada Senin (13/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi PGMM Cilacap untuk memperjuangkan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi guru madrasah swasta, mulai dari kebijakan pengangkatan guru, peningkatan kesejahteraan, penguatan program insentif, hingga dukungan sarana dan prasarana pendidikan.
Ketua Pimpinan Daerah PGMM Kabupaten Cilacap, KH. Fatkhudin, memimpin langsung rombongan yang diterima dengan hangat oleh Menteri Agama. Audiensi tersebut terlaksana atas inisiasi Ketua Pojok Baca Nahdliyyin (PBN), Arif Budiman.
Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala MIS Darwata
Glempang Nisfatul Azizah, Guru MIS Ma'arif Cilempuyang Budi Ariwibowo, Kepala
MIS Cilopadang 01 Muttaqin, serta Kepala MIS Nurjalin Pesahangan Kamil.
Dalam suasana penuh keakraban, Fatkhudin
menyampaikan bahwa guru madrasah swasta memiliki peran besar dalam mencerdaskan
kehidupan bangsa. Namun, menurutnya, hingga kini para guru masih menghadapi
berbagai tantangan, terutama terkait kesejahteraan dan pemerataan akses
terhadap fasilitas pendidikan.
"PGMM berharap pemerintah dapat menghadirkan
kebijakan yang semakin berpihak kepada guru madrasah swasta sehingga mereka
dapat menjalankan tugas pengabdian secara optimal," ujarnya.
Selain itu, PGMM Cilacap juga mengusulkan adanya
penghargaan bagi guru madrasah swasta yang memasuki masa purna tugas sebagai
bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama puluhan tahun mengabdi di dunia
pendidikan.
Respons Menteri Agama Jadi Sorotan
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Menteri
Agama Prof. Nasaruddin Umar mengaku memahami apa yang dirasakan para guru
honorer madrasah. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperjuangkan
peningkatan kesejahteraan guru madrasah swasta.
"Perasaan guru honorer sama dengan yang saya
rasakan. Isu ini tidak hanya ditangani Komisi VIII DPR RI, tetapi juga sudah
dibahas di tingkat pimpinan DPR RI. Bahkan kami sudah menyiapkan skema terkait
penambahan kesejahteraan guru," kata Nasaruddin Umar.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian dalam
audiensi karena menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk mencari solusi
terhadap persoalan kesejahteraan guru madrasah swasta yang selama ini menjadi
salah satu aspirasi utama.
Meski demikian, Menag mengajak seluruh guru
madrasah untuk terus berikhtiar dan berdoa agar berbagai harapan tersebut dapat
segera terwujud.
Serahkan Buku dan Majalah Literasi
Tak hanya menyampaikan aspirasi, PGMM Cilacap juga
menyerahkan buku karya guru madrasah swasta berjudul Merajut Harapan di Senja
Senayan kepada Menteri Agama.
Buku tersebut sebelumnya diluncurkan pada 22 Juni 2026 dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Guru Madrasah PPG Daljab Batch 1–3 yang diselenggarakan PGMM Kabupaten Cilacap.
Penyerahan buku menjadi simbol
bahwa guru madrasah tidak hanya berperan sebagai pendidik di ruang kelas,
tetapi juga aktif menghasilkan karya intelektual dan memperkuat budaya literasi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala MIS Darwata
Glempang, Nisfatul Azizah, turut menyerahkan Majalah An-Naba Midagama, program
literasi unggulan sekolah yang telah terbit hingga edisi ke-44 pada Juli 2026.
Audiensi ditutup dengan doa bersama dan foto bersama sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan guru madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia.
Menteri Agama juga mengapresiasi semangat para guru madrasah yang terus
berinovasi, mengembangkan kompetensi, dan memperkuat literasi di tengah
berbagai tantangan. (*)

Komentar0