![]() |
| Tedi Malik, Ketum PGMM menyampaikan materi korelasi kesejahteraan dengan kompetensi di acara peningkatan kapasitas guru (Foto: PGMM Cilacap) |
detikilmu.com, Cilacap - Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Tedi Malik, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan yang memadai.
Menurutnya, kualitas pendidikan nasional akan sulit berkembang secara optimal apabila kondisi kesejahteraan para pendidik masih terabaikan.
Hal tersebut disampaikan Tedi saat menjadi pemateri utama dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Guru yang berlangsung di Hotel Aston Inn Cilacap, Senin (22/6/2026).
Dalam paparannya, Tedi menjelaskan bahwa guru merupakan aktor utama dalam proses pendidikan. Karena itu, upaya meningkatkan mutu pembelajaran harus dibarengi dengan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru, baik secara ekonomi, sosial, maupun profesional.
Kesejahteraan Menjadi Fondasi Pengembangan Kompetensi
![]() |
| Peserta peningkatan kapasitas guru yang diselenggarakan oleh PGMM Cilacap (Foto: Ist) |
“Kompetensi guru tidak berdiri sendiri. Ada faktor kesejahteraan yang sangat memengaruhi motivasi, fokus, dan keberlanjutan pengembangan diri seorang pendidik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pandangan tersebut memiliki dasar ilmiah yang kuat. Salah satunya melalui Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow yang menegaskan bahwa kebutuhan fisiologis dan rasa aman harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum seseorang dapat mencapai aktualisasi diri.
Selain itu, Tedi juga mengutip Teori Dua Faktor Frederick Herzberg yang menyebutkan bahwa faktor-faktor seperti gaji dan kondisi kerja merupakan aspek penting yang memengaruhi kepuasan kerja. Ketika faktor-faktor tersebut tidak terpenuhi, tingkat ketidakpuasan kerja cenderung meningkat.
Kesejahteraan Guru yang Terabaikan Memicu Efek Domino
![]() |
| Para peserta antusia mengikuti acara peningkatan kapasitas guru (Foto: Ist) |
Menurutnya, guru yang belum mendapatkan penghasilan yang memadai sering kali harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi ini berpotensi mengurangi waktu yang seharusnya digunakan untuk mempersiapkan materi, melakukan evaluasi pembelajaran, maupun meningkatkan kompetensi profesional.
“Ketika guru harus membagi fokus untuk mencari tambahan penghasilan, energi dan waktu yang tersedia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tentu menjadi berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghambat pengembangan kompetensi guru,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa apabila persoalan kesejahteraan tidak segera mendapat perhatian, profesi guru berpotensi kehilangan daya tarik di mata generasi muda.
“Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin semakin sedikit orang yang tertarik memilih profesi guru sebagai pilihan karier,” tambahnya.
Fakta Membuktikan Kesejahteraan Mendorong Peningkatan Kompetensi
Dalam kesempatan tersebut, Tedi turut memaparkan sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan dapat menjadi pendorong berkembangnya kompetensi guru.
Ia mencontohkan implementasi tunjangan profesi guru yang dinilai mampu meningkatkan motivasi kerja, mendorong inovasi dalam pembelajaran, serta memperkuat akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas mengajar.
Selain itu, Tedi juga menyoroti sejumlah negara dengan capaian tinggi dalam Programme for International Student Assessment (PISA) memberikan penghargaan dan kompensasi atau gaji yang tinggi kepada para guru.
“Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa investasi terhadap kesejahteraan guru merupakan bagian penting dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Guru yang dihargai dan disejahterakan akan memiliki peluang lebih besar untuk terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas,” tandasnya.
Kegiatan Penguatan Kapasitas Guru tersebut diharapkan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi dan kesejahteraan guru secara berkelanjutan. (*)
Video Tedi Malik, Ketum PGMM saat menyampaikan materi di acara Peningkatan Kapasitas Guru.



Komentar0