![]() |
| PGMM Cilacap gelar kegiatan Penguatan Kapasitas Guru di Hotem Aston Hill Cilacap (Foto: PGMM Cilacap) |
detikilmu.com, Cilacap - Sebanyak 484 guru Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah yang lulus PPG Batch 1-3 Tahun 2025 mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Guru yang diselenggarakan oleh PGMM Cilacap, Senin (22/6/2026) di Hotel Aston Hill Cilacap.
Kegiatan yang berlangsung
dengan penuh antusias tersebut menjadi upaya nyata untuk meningkatkan
kompetensi dan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan
yang terus berkembang.
Acara tersebut dihadiri
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Aziz Muslim, didampingi
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama Kabupaten Cilacap,
Aryo Subroto, serta segenap staf dan pegawai Kementerian Agama Kabupaten
Cilacap.
Hadir pula perwakilan Anggota
DPR RI Novita Wijayanti, Kiki Anggoro, Anggota DPRD Kabupaten Cilacap dan
segenap jajaran pengurus Pimpinan Pusat PGMM.
Kegiatan ini juga
menghadirkan dua nara sumber ternama, yakni Tedi Malik, Ketua Umum Pimpinan
Pusat PGMM dan Nanang Qosim Yusuf, penulis
dan Founder Yayasan Rumah Kesadaran Indonesia.
Ketua Panitia Penguatan Kapasitas Guru, Budi
Ariwibowo, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PGMM
Cilacap yang lahir dari hasil audiensi dengan Kementerian Agama Kabupaten
Cilacap.
“Dasar kegiatan ini adalah
program kerja Pimda PGMM Cilacap serta hasil audiensi pengurus harian PGMM
Cilacap dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memberi
manfaat akademis, tetapi juga membawa nilai spiritual serta semangat baru bagi
para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tempat mereka mengabdi.
“Adapun tujuan utama kegiatan ini ialah agar
peserta kegiatan mendapat ilmu yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan di
lembaga pendidikan di mana kita berkhidmah,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Kepala
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Aziz Muslim, menegaskan bahwa
seorang guru harus menjadi teladan yang memberikan dampak positif, tidak hanya
bagi peserta didik, tetapi juga bagi lingkungan kerja serta institusi
pendidikan tempatnya mengabdi.
“Guru profesional dituntut
untuk memiliki integritas, profesionalisme, serta mampu menjadi pribadi yang
hebat dan menghebatkan lingkungan, institusi, maupun anak didiknya,” ujarnya.
Sementara itu, Kiki Anggoro
yang hadir mewakili Anggota DPR RI Novita Wijayanti menyatakan dukungannya
terhadap berbagai upaya yang dilakukan guru RA dan Madrasah dalam
memperjuangkan peningkatan kesejahteraan.
“Mendukung dan mendorong aksi
kalian semua, khususnya PGMM di Kabupaten Cilacap,” ujarnya.
Kiki Anggoro juga menyoroti
masih banyaknya guru yang belum memperoleh sertifikasi. Menurutnya, secara
nasional masih terdapat sekitar 350 ribu hingga 400 ribu guru yang belum
tersertifikasi, sementara di Kabupaten Cilacap sendiri diperkirakan masih ada
sekitar 1.000 guru yang belum mendapatkan sertifikasi.
Meski tidak dapat hadir
secara langsung, Anggota DPR RI Novita Wijayanti turut menyampaikan pesannya
melalui rekaman video yang diputar dalam kegiatan tersebut.
Dalam pesannya, Novita mengatakan
bahwa kapasitas guru tidak akan optimal jika kesejahteraan mereka belum dijamin
oleh negara, karena kesejahteraan menjadi faktor penting yang memengaruhi
kinerja dan dedikasi pendidik.
“Bagi saya, kapasitas seorang
pendidik tidak akan bisa dioptimalkan seratus persen, jika negara masih abai
terhadap kepastian kesejahteraan bagi mereka semua,” tegasnya.
Ketua Pimda PGMM Kabupaten
Cilacap, KH. Fatkhuddin, mengatakan bahwa kegiatan penguatan kapasitas guru
merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menjaga semangat dan
profesionalisme para pendidik.
“Kami sadar betul bahwa bapak
ibu sudah profesional, tetapi yang namanya dinamika pasti akan terjadi. Maka
guru-guru membutuhkan energi agar kita semua bisa berkarya dengan karya yang
terbaik,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut
tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan memiliki sasaran strategis
yang ingin dicapai organisasi. “Acara ini bukan sensasi, tentu ada sasaran
strategis yang akan kita raih,” tegasnya.
KH. Fatkhuddin menjelaskan
bahwa keberadaan organisasi profesi guru merupakan amanat Undang-Undang Nomor
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
“Kita berkumpul di sini
sebagai wujud manifestasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen. Di dalamnya jelas dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi
profesi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa
organisasi profesi memiliki fungsi penting dalam meningkatkan kapasitas dan
pengetahuan guru, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan para anggotanya.
“Kemudian fungsi organisasi
profesi adalah meningkatkan kapasitas guru madrasah, meningkatkan pengetahuan
guru madrasah, dan yang paling utama adalah memperjuangkan kesejahteraan guru,”
katanya.
Karena itu, lanjut
Fatkhuddin, PGMM Kabupaten Cilacap berupaya menjalankan amanat tersebut melalui
berbagai program peningkatan kompetensi sekaligus advokasi kesejahteraan guru
madrasah.
“PGMM Kabupaten Cilacap
mencoba melaksanakan amanah Undang-Undang Guru dan Dosen itu, yakni dengan
ikhtiar bagaimana caranya agar kesejahteraan guru madrasah dapat meningkat,”
ungkapnya.
Ia juga menyinggung langkah
yang telah dilakukan PGMM Kabupaten Cilacap melalui audiensi dengan Pemerintah
Kabupaten Cilacap untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru RA dan
Madrasah.
Menurutnya, upaya tersebut
akan terus dilakukan agar para guru memperoleh perhatian yang lebih baik sesuai
dengan pengabdian dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan.
Di sesi acara materi, Tedi
Malik, Ketum PP PGMM menyampaikan hal penting terkait korelasi kesejahteraan
dengan kompetensi guru. Ia menandaskan bahwa jika kesejahteraan para guru
terpenuhi, maka akan berdampak pada kompetensi guru tersebut.
“Menurut saya, terdapat
korelasi yang kuat antara kesejahteraan dengan kompetensi guru,” jelasnya.
Tedi juga mengutip sejumlah
teori terkait hubungan kualitas kinerja dengan kesejahteraan yang diperoleh,
yakni teori Maslow dan Higiene Herzberg.
Menurut kedua teori, bahwa
kesejahteraan yang layak akan mencegah terhadap penurunan kinerja, sebaliknya,
kesejahteraan yang rendah akan berdampak pada penurunan kinerja.
Sementara itu, Nanang Qasim Yusuf atau yang akrab dipanggil Naqoy dalam kesempatan itu memberikan sejumlah motivasi kepada para peserta. Naqoy menegaskan bahwa dirinya telah melakukan penelitian bahwa orang yang hanya memiliki satu alasan hidupnya lebih sukses dibandingkan meraka yang memiliki banyak alasan.
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan peluncuran buku antologi berjudul “Merajut Harapan di Senja Senayan”, yang berisi kumpulan tulisan para guru RA dan Madrasah. Buku ini merekam beragam kisah suka dan duka perjuangan para pendidik dalam memperjuangkan kesejahteraan yang lebih layak dan setara beberapa waktu yang lalu. (*)

Komentar0