![]() |
| Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI (Foto: Instagram @fathimahzzhr) |
detikilmu.com, Jakarta - Nama Fatimah Azzahra belakangan menjadi perbincangan publik
setelah tampil dalam sebuah forum diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis
(MBG).
Dalam forum tersebut, perempuan
yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
Indonesia (BEM UI) periode 2026 itu menyampaikan pandangan kritisnya.
Ia menyampaikan prioritas
pembangunan nasional, khususnya terkait akses pendidikan, infrastruktur, dan
pemenuhan layanan dasar masyarakat.
Pernyataannya yang lugas memicu
diskusi luas di media sosial dan membuat banyak masyarakat ingin mengenal lebih
jauh sosoknya.
Profil Singkat Fatimah Azzahra
![]() |
| Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI yang kini menjadi sorotan publik (Foto: Instagram @fathimahzzhr) |
Melansir berbagai sumber, Selasa (30/06/26), Fatimah Azzahra merupakan mahasiswi Program Sarjana Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023.
Ia diterima di Universitas Indonesia melalui jalur Talent Scouting untuk Program Kelas Khusus Internasional (KKI), sebuah jalur seleksi yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dengan rekam jejak akademik dan prestasi yang baik.
Sebelum menjadi mahasiswa UI, Fatimah menempuh pendidikan
di SMA Negeri 3 Depok, salah satu sekolah menengah atas negeri yang dikenal
memiliki prestasi akademik di Kota Depok.
Sejak awal menjalani perkuliahan, Fatimah tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, hingga penelitian ilmiah.
Kombinasi
antara kemampuan akademik dan kepemimpinan inilah yang kemudian mengantarkannya
menjadi salah satu pimpinan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia.
Meniti Karier Organisasi Sejak Tahun Pertama Kuliah
![]() |
| Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM UI (Foto: Instagram @fathimahzzhr) |
Perjalanan organisasi Fatimah dimulai sejak masih berada di tingkat fakultas. Pada 2024, ia dipercaya menjadi Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI, sebuah komunitas akademik yang berfokus pada pengembangan minat mahasiswa di bidang neurologi dan psikiatri.
Melalui organisasi tersebut, ia terlibat dalam berbagai kegiatan
edukasi, seminar, hingga pengembangan keilmuan mahasiswa kedokteran.
Di tahun yang sama, Fatimah juga menjadi Project Officer Semarak Ramadhan, kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Forum Studi Islam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Program tersebut melibatkan mahasiswa dalam berbagai aktivitas sosial, mulai dari penggalangan dana hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pengalaman
tersebut memperlihatkan kemampuannya dalam mengelola program berskala besar
sekaligus memimpin tim lintas divisi.
Karier organisasinya terus berkembang. Pada 2025, Fatimah dipercaya menjabat sebagai Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI).
Jabatan
tersebut memberinya tanggung jawab dalam mengawal berbagai kebijakan internal
organisasi mahasiswa, memperkuat fungsi legislasi kemahasiswaan, serta
membangun komunikasi dengan berbagai elemen mahasiswa di lingkungan Universitas
Indonesia.
Selain itu, ia juga pernah menjadi salah satu orator dalam forum "Independence of the Medical Profession" yang diselenggarakan Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI.
Dalam forum tersebut, Fatimah menyampaikan pandangan mengenai dinamika profesi
kedokteran serta tantangan kebijakan kesehatan nasional dari perspektif
mahasiswa kedokteran.
Terpilih sebagai Wakil Ketua BEM UI 2026
Pengalaman organisasi yang dimilikinya menjadi modal penting ketika mengikuti Pemilihan Raya Mahasiswa Universitas Indonesia.
Pada Januari 2026, Fatimah Azzahra resmi terpilih
sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026, mendampingi Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum
Imawan.
Sebagai Wakil Ketua BEM UI, Fatimah memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan program kerja organisasi, membangun komunikasi dengan mahasiswa, serta menyampaikan aspirasi civitas akademika kepada pihak kampus maupun pemerintah.
BEM UI sendiri selama
ini dikenal sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang aktif menyuarakan
berbagai isu kebangsaan, mulai dari pendidikan, demokrasi, kesehatan,
lingkungan, hingga kebijakan publik.
Prestasi Akademik di Bidang Penelitian
Di tengah kesibukannya berorganisasi, Fatimah tetap menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan.
Pada Mei 2025, ia bersama tim penelitinya berhasil meraih Juara I The 17th Liver Update Research Competition, sebuah kompetisi riset nasional di bidang kesehatan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas organisasi tidak
menghalangi komitmennya dalam mengembangkan kemampuan ilmiah dan penelitian.
Prestasi ini sekaligus
mencerminkan karakter mahasiswa kedokteran yang tidak hanya aktif di ruang
kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi pada
pengembangan ilmu kesehatan.
Viral Setelah Mengkritisi Program MBG
Nama Fatimah mulai dikenal masyarakat luas setelah mengikuti diskusi publik yang membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam forum tersebut, ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi merupakan kebutuhan penting bagi anak-anak Indonesia.
Namun, menurutnya,
pemerintah juga perlu memberikan perhatian terhadap persoalan yang lebih
mendasar, seperti akses pendidikan yang layak, kondisi infrastruktur sekolah,
dan pemerataan layanan publik di berbagai daerah.
Fatimah mencontohkan masih adanya anak-anak di sejumlah wilayah yang harus menempuh perjalanan jauh dengan fasilitas yang terbatas hanya untuk bersekolah.
Menurutnya, persoalan tersebut juga harus menjadi prioritas agar kualitas pendidikan dapat meningkat secara menyeluruh.
Pandangan tersebut memicu berbagai respons, baik yang mendukung
maupun yang mengkritisi, sehingga namanya menjadi perbincangan luas di media
sosial.
Sosok Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi dan Berprestasi
Perjalanan Fatimah Azzahra memperlihatkan bagaimana seorang mahasiswa mampu menyeimbangkan antara pendidikan, penelitian, kegiatan sosial, dan kepemimpinan organisasi.
Dari
ruang kelas Fakultas Kedokteran hingga forum diskusi nasional, ia terus
menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai isu yang berkaitan dengan
kepentingan masyarakat.
Dengan latar belakang sebagai mahasiswa kedokteran, pengalaman memimpin organisasi kemahasiswaan, serta keberanian menyampaikan pandangan dalam ruang publik, Fatimah Azzahra kini menjadi salah satu figur mahasiswa yang banyak mendapat perhatian.
Kiprahnya
diharapkan dapat menjadi bagian dari tradisi intelektual mahasiswa Indonesia
yang aktif berdialog, berkontribusi melalui penelitian, dan menyampaikan aspirasi
masyarakat secara kritis serta konstruktif. (*)



Komentar0