![]() |
| Banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Safar (Ilustrasi by AI Gemini) |
Bulan Safar merupakan bulan kedua
dalam kalender Hijriah yang menyimpan sejumlah catatan penting dalam perjalanan
dakwah Islam.
Berbeda dengan anggapan masyarakat
Arab Jahiliah yang mengaitkan Safar dengan kesialan, berbagai kitab sejarah
justru mencatat sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi atau dikaitkan
dengan bulan ini.
Mulai dari momen pernikahan
Rasulullah SAW, perjalanan hijrah, hingga berbagai peperangan yang memperkuat
eksistensi umat Islam.
Berikut tujuh peristiwa penting di
bulan Safar yang banyak disebut dalam literatur sejarah Islam seperti
detikilmu.com himpun dari berbagai sumber, Kamis (02/07/26).
7 Peristiwa Penting di Bulan Safar
1. Pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah
Sebagian literatur sejarah Islam menyebutkan bahwa pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid berlangsung pada bulan Safar.
Namun, perlu diketahui bahwa tidak
terdapat kesepakatan yang kuat di kalangan ulama dan sejarawan mengenai waktu
pasti pernikahan tersebut.
Sejumlah kitab sirah hanya
menjelaskan bahwa pernikahan berlangsung ketika Rasulullah SAW berusia 25
tahun, tanpa menyebutkan bulan secara tegas, sementara sebagian riwayat lain
menyebut bulan yang berbeda.
Terlepas dari perbedaan pendapat
tersebut, pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah merupakan salah satu
peristiwa paling penting dalam sejarah Islam.
Sayyidah Khadijah menjadi istri
pertama Rasulullah sekaligus orang pertama yang membenarkan kenabian beliau.
Dukungan moral, spiritual, dan materi yang diberikan Khadijah menjadi fondasi
penting dalam perjuangan dakwah Islam pada masa-masa awal.
2. Rasulullah SAW Menikahkan Putrinya Fatimah Az-Zahra
Sebagian artikel dan riwayat
mengaitkan pernikahan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib dengan bulan
Safar.
Namun, riwayat yang paling masyhur
di kalangan ulama sejarah menyebutkan bahwa pernikahan tersebut berlangsung
pada bulan Dzulhijjah tahun ke-2 Hijriah, meskipun terdapat beberapa pendapat
lain mengenai waktunya.
Pernikahan Fatimah dan Ali tetap menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Rumah tangga keduanya dikenal sebagai teladan kesederhanaan, ketakwaan, dan kasih sayang.
Dari
pasangan inilah lahir Hasan dan Husain, dua cucu Rasulullah SAW yang memiliki
kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.
3. Perang Khaibar
Sebagian sejarawan mencatat
rangkaian Perang Khaibar berlangsung hingga memasuki bulan Safar tahun ketujuh
Hijriah.
Peperangan ini berakhir dengan
kemenangan kaum Muslim. Kemenangan tersebut memperkuat posisi Madinah secara
politik maupun ekonomi sekaligus mengurangi ancaman dari kelompok yang selama
ini memusuhi umat Islam.
Perang Khaibar juga menunjukkan
kecerdasan strategi Rasulullah SAW dalam memimpin pasukan serta pentingnya
persatuan di antara kaum Muslim.
4. Perang Dzu 'Amr
Perang Dzu 'Amr atau Ghazwah Dzu Amr
terjadi pada tahun ketiga Hijriah ketika Rasulullah SAW memimpin pasukan menuju
wilayah Najd setelah memperoleh informasi mengenai persiapan penyerangan
terhadap Madinah.
Sesampainya di lokasi, pasukan musuh
memilih melarikan diri sehingga tidak terjadi pertempuran terbuka. Meskipun
demikian, ekspedisi tersebut berhasil menggagalkan potensi ancaman terhadap
kaum Muslim.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa
kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan masyarakat.
5. Rasulullah SAW Memulai Hijrah
Salah satu peristiwa paling
monumental yang terjadi pada akhir bulan Safar adalah dimulainya perjalanan
hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.
Setelah kaum Quraisy merencanakan
pembunuhan terhadap beliau, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW meninggalkan
Makkah. Pada malam hijrah, Ali bin Abi Thalib tidur di tempat Rasulullah untuk
mengelabui kaum Quraisy, sementara Nabi bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq menuju
Gua Tsur.
Hijrah menjadi titik balik
perkembangan Islam hingga akhirnya lahir masyarakat Islam yang kuat di Madinah.
6. Perang Abwa
Perang Abwa atau Ghazwah Waddan
merupakan ekspedisi pertama yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW pada
bulan Safar tahun kedua Hijriah.
Tujuan ekspedisi ini adalah
mengawasi jalur perdagangan Quraisy sekaligus memperkuat posisi kaum Muslim di
sekitar Madinah.
Meski tidak terjadi peperangan,
Rasulullah SAW berhasil menjalin perjanjian damai dengan Bani Dhamrah.
Kesepakatan tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi menjadi bagian penting
dalam strategi dakwah Islam.
7. Penaklukan Romawi
Beberapa tulisan populer memasukkan
"Penaklukan Romawi" sebagai peristiwa yang dikaitkan dengan bulan
Safar.
Namun, secara historis tidak terdapat
riwayat yang menyatakan bahwa penaklukan Romawi terjadi pada bulan Safar.
Jika yang dimaksud adalah Perang
Mu'tah maupun Ekspedisi Tabuk, keduanya berlangsung pada waktu yang berbeda,
bukan pada bulan Safar.
Meski demikian, hubungan antara kaum
Muslim dan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) memang mulai terjalin pada masa
Rasulullah SAW melalui berbagai ekspedisi dan misi diplomatik.
Penaklukan wilayah-wilayah Romawi
baru berlangsung secara luas pada masa Khulafaur Rasyidin, khususnya pada
pemerintahan Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Hikmah Peristiwa di Bulan Safar
Berbagai peristiwa yang dikaitkan
dengan bulan Safar memberikan banyak pelajaran bagi umat Islam, di antaranya:
- Meluruskan anggapan bahwa Safar adalah bulan sial.
- Meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tantangan.
- Memahami pentingnya strategi, diplomasi, dan persatuan dalam membangun masyarakat.
- Menjadikan keluarga Rasulullah sebagai teladan dalam membangun rumah tangga Islami.
- Meyakini bahwa setiap peristiwa terjadi atas kehendak Allah SWT dan mengandung hikmah bagi orang-orang yang beriman.
Bulan Safar bukanlah bulan yang identik dengan kesialan, melainkan salah satu bulan yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan Islam.
Berbagai peristiwa, mulai dari pernikahan, hijrah, hingga ekspedisi dan peperangan, menunjukkan bahwa perjuangan Rasulullah SAW selalu dipenuhi dengan ikhtiar, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT.
Dengan memahami sejarah tersebut, umat Islam diharapkan dapat mengambil hikmah serta semakin mencintai perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik. (*)

Komentar0