![]() |
| Gema Rabu, Gerakan yang menggerakkan siswa-siswi MIDAGAMA agar gemar membaca (Foto: Ist) |
detikilmu, Cilacap - Budaya literasi tidak dapat tumbuh secara instan. Ia lahir dari sebuah pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus dan didukung oleh lingkungan yang literat, serta diperkuat dengan keteladanan dari para pendidik. Oleh karena itu, di awal tahun pelajaran 2026/2027 ini program literasi di MI Darwata Glempang diawali dengan “Gema Rabu (Gerakan Membaca di Hari Rabu)” pada hari Rabu, 22 Juli 2026.
Kegiatan yang merupakan salah satu program
pembiasaan madrasah yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas I hingga
kelas VI bersama seluruh dewan guru sebagai bentuk komitmen bersama dalam
membangun budaya membaca sejak usia dini.
Sejak pagi hari, suasana
MI Darwata Glempang tampak berbeda dari biasanya. Sebelum bel pembelajaran
berbunyi, para siswa telah hadir dengan membawa buku bacaan pilihan
masing-masing. Ada yang membawa buku cerita bergambar, kisah para nabi,
ensiklopedia anak, buku pengetahuan umum, hingga cerita rakyat Nusantara.
Wajah-wajah ceria tampak menghiasi halaman madrasah. Mereka duduk dengan rapi
bersama teman-temannya, siap mengikuti kegiatan membaca yang telah menjadi
agenda rutin setiap hari Rabu.
Kegiatan diawali dengan literasi
religi, doa bersama, pembacaan asmaul husna dan sholawat nariyah dipimpin oleh
bu Syifa Nur Rozakiyah, S.Pd., guru agama kelas 3 Midagama. Setelah itu
dilanjutkan dengan membaca 30 menit yang dipandu oleh ketua program literasi
Midagama, bapak Hamim Tohari, M.Pd. akan tetapi sebelumnya diberikan pengarahan
oleh ibu Nisfatul ‘Azizah, M.Pd., kepala MI Darwata Glempang.
“Anak-anak sekalian,
membaca adalah hal sangat penting kita lakukan, karena membaca adalah jendela
ilmu pengetahuan. Jadikanlah membaca sebagai aktivitas dan kebiasaan yang
dilakukan setiap hari karena setiap buku menyimpan pengetahuan baru yang dapat
memperluas wawasan, membentuk karakter, dan menumbuhkan cita-cita”, katanya.
Usai pengarahan, dengan
dipandu bapak Hamim Tohari, seluruh warga madrasah memasuki sesi membaca
bersama selama lima belas menit, suasana madrasah berubah menjadi tenang. Tidak
terdengar suara gaduh seperti biasanya. Yang tampak hanyalah peserta didik yang
larut dalam bacaan masing-masing, sementara para guru juga membaca buku di
tengah-tengah siswa. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa budaya
literasi tumbuh melalui keteladanan. Ketika guru ikut membaca, peserta didik
memperoleh contoh langsung bahwa membaca merupakan kebutuhan sepanjang hayat.
Pelaksanaan Gema Rabu
tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca peserta didik, tetapi juga
menjadi bagian dari upaya membangun karakter pembelajar. Melalui kegiatan
sederhana ini, siswa dilatih untuk fokus, memahami isi bacaan, memperkaya
kosakata, meningkatkan daya imajinasi, sekaligus membangun kemampuan berpikir
kritis. Literasi tidak lagi dipahami sebatas kemampuan mengeja kata demi kata,
tetapi menjadi keterampilan memahami informasi, mengolah pengetahuan, dan menggunakannya
dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi membaca
selesai, beberapa peserta didik diberi kesempatan untuk menceritakan kembali
isi buku yang telah mereka baca. Dengan penuh percaya diri, mereka menyampaikan
tokoh, alur cerita, pesan moral, maupun pengetahuan baru yang diperoleh dari
buku tersebut. Teman-teman yang lain menyimak dengan antusias, apalagi ketika
dibagikan voucher jajan di kantin. Mereka terlihat sangat senang dan sangat
bersemangat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kemampuan
berkomunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan peserta didik
menyampaikan gagasan di depan umum.
Keterlibatan seluruh
dewan guru dalam kegiatan Gema Rabu menjadi salah satu kekuatan utama program
ini. Guru tidak hanya bertugas mengawasi jalannya kegiatan, tetapi juga
berpartisipasi aktif membaca buku bersama peserta didik. Keteladanan tersebut
memberikan pesan bahwa budaya membaca merupakan tanggung jawab seluruh warga
madrasah. Dengan melihat guru menikmati kegiatan membaca, peserta didik akan
lebih mudah menumbuhkan kebiasaan yang sama.
Program Gema Rabu juga
menjadi implementasi nyata Gerakan Literasi Madrasah yang bertujuan menciptakan
lingkungan belajar yang kaya akan budaya membaca. Madrasah menyadari bahwa di
tengah pesatnya perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital,
kemampuan literasi menjadi bekal yang sangat penting bagi peserta didik.
Anak-anak tidak cukup hanya mampu membaca, tetapi juga harus mampu memahami
informasi, memilah sumber yang benar, berpikir kritis, serta mengambil hikmah
dari setiap bacaan.
Antusiasme peserta didik
terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa kelas bawah tampak menikmati
buku cerita bergambar yang penuh warna, sementara siswa kelas atas mulai
tertarik membaca buku pengetahuan, kisah tokoh inspiratif, serta bacaan
keislaman yang memperkaya wawasan mereka. Suasana yang tenang dan penuh
konsentrasi menunjukkan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan
apabila dibiasakan secara konsisten. Setelah itu kemudian seluruh siswa-siswi
kembali ke kelas masing-masing,dan dilanjutkan dengan menuliskan synopsis
buku yang dibaca di buku kendali baca.
Kegiatan berlangsung selama 45 menit, dan dilanjutkan pembelajaran seperti
biasa sesuai jadwal kelas masing-masing.
Program ini sekaligus
menunjukkan komitmen MI Darwata Glempang dalam menciptakan lingkungan
pendidikan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi. Dengan dukungan seluruh
guru, peserta didik, serta warga madrasah, Gema Rabu diharapkan terus
berkembang menjadi tradisi positif yang melekat dalam kehidupan sekolah.
Semangat membaca yang dibangun setiap pekan menjadi langkah kecil yang diyakini
mampu melahirkan perubahan besar di masa depan.
Melalui Gema Rabu, MI
Darwata Glempang mengirimkan pesan bahwa membangun budaya literasi tidak
memerlukan langkah yang rumit. Cukup dengan menyediakan waktu, menghadirkan
buku, memberikan teladan, dan melaksanakan pembiasaan secara berkelanjutan,
madrasah telah menanamkan benih-benih kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Dari
lembar demi lembar buku yang dibaca setiap hari Rabu, tumbuh harapan akan
lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menjadi
pembelajar sepanjang hayat. (*)
Tonton Video Kegiatan Gema Rabu MIDAGAMA berikut ini:

Komentar0