![]() |
| Syaikh Abdul Qadir al-Jilani (Ilustrasi by Gemini) |
Berbagai riwayat tentang karomah beliau tercatat
dalam kitab-kitab klasik dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Salah satu kisah yang paling menarik adalah riwayat
ketika beliau merebut ruh seorang santrinya dari Malaikat Maut atau Malaikat
Izrail.
Kisah karomah ini terdengar aneh dan tidak masuk
akal, tapi jika Allah sudah berkehendak untuk kekasih-Nya, hal mustahil pun
pasti akan terjadi.
Sang Santri Meninggal Dunia
Kisah tersebut termuat dalam kitab Afrih Al-Khatir
karya Syekh Muhammad Shadiq Al-Qadiri Al-Syihabi Al-Sa'di. Dalam kitab itu
disebutkan sebuah riwayat yang menggambarkan besarnya karomah yang Allah SWT
anugerahkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
Riwayat tersebut mengisahkan bahwa seorang khadim
atau santri yang mengabdi kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani meninggal dunia.
Kepergiannya membuat sang istri sangat terpukul hingga akhirnya mendatangi sang
syekh untuk memohon pertolongan.
Dengan penuh harap, perempuan itu memohon agar
suaminya dapat hidup kembali. Melihat kesedihan yang begitu mendalam, Syaikh
Abdul Qadir Al-Jilani tersentuh dan mengabulkan permintaan tersebut.
Beliau kemudian memasuki keadaan spiritual yang
hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Dalam perjalanan ruhani itu, beliau
menyaksikan Malaikat Maut sedang membawa kantong berisi ruh-ruh manusia yang
dicabut pada hari itu, melintasi lapisan-lapisan langit.
Mengejar Malaikat Maut Demi Ruh Sang Santri
Berkat karomah yang Allah SWT berikan, Syaikh Abdul
Qadir Al-Jilani mengejar Malaikat Maut hingga berhasil menyusulnya. Beliau
kemudian meminta agar ruh santrinya diserahkan kembali.
Namun, Malaikat Maut menjawab bahwa dirinya hanya
menjalankan perintah Allah SWT sehingga tidak dapat menyerahkan ruh yang telah
diambil.
Riwayat itu kemudian menceritakan terjadinya
tarik-menarik kantong berisi ruh-ruh tersebut. Atas izin Allah SWT, Syaikh
Abdul Qadir berhasil merebut kantong itu. Akibatnya, kantong tersebut robek dan
seluruh ruh yang berada di dalamnya berhamburan kembali ke dunia untuk mencari
jasad masing-masing.
Dikisahkan, semua orang yang meninggal pada hari
itu hidup kembali setelah ruh mereka kembali ke jasadnya, termasuk santri
Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.
Seluruh Karomah Terjadi Atas Izin Allah SWT
Riwayat tersebut juga mengisahkan bahwa Malaikat
Maut kemudian bermunajat kepada Allah SWT dan menyampaikan apa yang telah
terjadi. Allah SWT menjelaskan bahwa seandainya sejak awal ruh santri
kekasih-Nya diserahkan, maka seluruh ruh lainnya tidak akan kembali ke dunia.
Dalam tradisi tasawuf, kisah ini dipahami sebagai
salah satu bentuk karomah para wali, yakni kejadian luar biasa yang terjadi
semata-mata atas izin dan kehendak Allah SWT. Karomah bukanlah kesaktian yang
dimiliki seorang wali, melainkan anugerah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang
dicintai.
Karena itu, kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani ini
tidak dimaksudkan untuk menonjolkan kemampuan pribadi sang wali, melainkan
menggambarkan bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil apabila Allah SWT
berkehendak mewujudkannya melalui para kekasih-Nya. (*)

Komentar0