TpY8Tfd7TUzpTSzpBSz6BUO5Td==

Masya Allah! Kisah Karomah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Rebut Ruh Santri dari Malaikat Maut

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani (Ilustrasi by Gemini)

Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani merupakan salah satu wali Allah yang paling masyhur dalam sejarah Islam dan dianugerahi banyak karomah.

 

Berbagai riwayat tentang karomah beliau tercatat dalam kitab-kitab klasik dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Salah satu kisah yang paling menarik adalah riwayat ketika beliau merebut ruh seorang santrinya dari Malaikat Maut atau Malaikat Izrail.

 

Kisah karomah ini terdengar aneh dan tidak masuk akal, tapi jika Allah sudah berkehendak untuk kekasih-Nya, hal mustahil pun pasti akan terjadi.

 

Sang Santri Meninggal Dunia

 

Kisah tersebut termuat dalam kitab Afrih Al-Khatir karya Syekh Muhammad Shadiq Al-Qadiri Al-Syihabi Al-Sa'di. Dalam kitab itu disebutkan sebuah riwayat yang menggambarkan besarnya karomah yang Allah SWT anugerahkan kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.

 

Riwayat tersebut mengisahkan bahwa seorang khadim atau santri yang mengabdi kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani meninggal dunia. Kepergiannya membuat sang istri sangat terpukul hingga akhirnya mendatangi sang syekh untuk memohon pertolongan.

 

Dengan penuh harap, perempuan itu memohon agar suaminya dapat hidup kembali. Melihat kesedihan yang begitu mendalam, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tersentuh dan mengabulkan permintaan tersebut.

 

Beliau kemudian memasuki keadaan spiritual yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Dalam perjalanan ruhani itu, beliau menyaksikan Malaikat Maut sedang membawa kantong berisi ruh-ruh manusia yang dicabut pada hari itu, melintasi lapisan-lapisan langit.

 

Mengejar Malaikat Maut Demi Ruh Sang Santri

 

Berkat karomah yang Allah SWT berikan, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani mengejar Malaikat Maut hingga berhasil menyusulnya. Beliau kemudian meminta agar ruh santrinya diserahkan kembali.

 

Namun, Malaikat Maut menjawab bahwa dirinya hanya menjalankan perintah Allah SWT sehingga tidak dapat menyerahkan ruh yang telah diambil.

 

Riwayat itu kemudian menceritakan terjadinya tarik-menarik kantong berisi ruh-ruh tersebut. Atas izin Allah SWT, Syaikh Abdul Qadir berhasil merebut kantong itu. Akibatnya, kantong tersebut robek dan seluruh ruh yang berada di dalamnya berhamburan kembali ke dunia untuk mencari jasad masing-masing.

 

Dikisahkan, semua orang yang meninggal pada hari itu hidup kembali setelah ruh mereka kembali ke jasadnya, termasuk santri Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani.

 

Seluruh Karomah Terjadi Atas Izin Allah SWT

 

Riwayat tersebut juga mengisahkan bahwa Malaikat Maut kemudian bermunajat kepada Allah SWT dan menyampaikan apa yang telah terjadi. Allah SWT menjelaskan bahwa seandainya sejak awal ruh santri kekasih-Nya diserahkan, maka seluruh ruh lainnya tidak akan kembali ke dunia.

 

Dalam tradisi tasawuf, kisah ini dipahami sebagai salah satu bentuk karomah para wali, yakni kejadian luar biasa yang terjadi semata-mata atas izin dan kehendak Allah SWT. Karomah bukanlah kesaktian yang dimiliki seorang wali, melainkan anugerah Allah kepada hamba-hamba-Nya yang dicintai.

 

Karena itu, kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan kemampuan pribadi sang wali, melainkan menggambarkan bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil apabila Allah SWT berkehendak mewujudkannya melalui para kekasih-Nya. (*)

Komentar0

Type above and press Enter to search.