TpY8Tfd7TUzpTSzpBSz6BUO5Td==

Gempa Bumi Cilacap, Begini Sikap Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab Saat Terjadi Lindu

Gempa yang terjadi di masa Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab (Ilustrasi by Gemini)

 

Gempa bumi M 5,4 mengguncang wilayah selatan Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 4 September 2026 pukul 12.05.02 WIB. 


BMKG menyebut Pusat gempa tercatat berada sekitar 77 km di sebelah tenggara Cilacap, Jawa Tengah, pada koordinat 8,42° LS dan 109,02° BT dengan kedalaman 10 km. Berdasarkan informasi BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

 

Gempa tersebut merupakan gempa menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah Eurasia, dengan mekanisme sesar normal. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Bantul, Pangandaran, hingga Wonogiri.

 

Hingga pukul 12.40.02 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya gempa susulan dan masih memantau aktivitas seismik. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak.

 

Terlepas dari musibah tersebut, gempa serupa juga pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab RA. Sejarah mencatat sikap keduanya saat menghadapi gempa bumi Lantas, bagaimana sikap keduanya ketika bumi berguncang pada masa itu?

 

Gempa Bumi di Gunung Uhud pada Zaman Rasulullah SAW

 

Melansir berbagai sumber, Sabtu (04/09/26), terdapat kisah yang berkaitan dengan gempa terjadi ketika Rasulullah SAW berada di Gunung Uhud bersama sejumlah sahabatnya.

 

Ketika itu, Nabi Muhammad SAW menaiki Gunung Uhud bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khattab RA dan Utsman bin Affan RA. Di tengah keberadaan mereka di atas gunung tersebut, tiba-tiba Uhud mengalami guncangan.

 

Rasulullah SAW kemudian menenangkan Gunung Uhud. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan:

 

"Nabi SAW naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. "Tenanglah Uhud!--lalu Nabi SAW menghentakkan kakinya--Tidaklah di atasmu melainkan seorang Nabi dan Al Siddiq dan dua orang syahid." (HR Bukhari).

 

Hadis tersebut menyebutkan keberadaan Rasulullah SAW bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman di Gunung Uhud. Dua di antara sahabat yang disebut sebagai syahid adalah Umar bin Khattab RA dan Utsman bin Affan RA.

 

Rasulullah SAW Mengingatkan tentang Teguran Allah SWT

 

Riwayat lain mengenai gempa bumi pada masa Rasulullah SAW juga disebutkan dalam kitab Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

 

Dalam kitab tersebut, Ibnu Abid Dun-ya menyebutkan sebuah hadis mursal yang diriwayatkan secara bersambung oleh al-Hakim dari jalur Baqiyyah, dari Yazid al-Juhani, dari Anas.

 

Dalam riwayat itu diceritakan bahwa ketika gempa bumi terjadi pada zaman Rasulullah SAW, beliau meletakkan tangannya di atas bumi. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

 

"Tenanglah, karena waktumu belum tiba".

 

Setelah itu, Nabi Muhammad SAW berpaling kepada para sahabat dan menyampaikan sebuah peringatan agar mereka memperhatikan kejadian tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

 

"Sesungguhnya Rabb kalian benar-benar sedang menegur kalian, maka perhatikanlah teguran-Nya".

 

Riwayat tersebut menggambarkan bagaimana sebuah peristiwa gempa menjadi sarana bagi Rasulullah SAW untuk mengingatkan manusia agar memperhatikan teguran dan kembali mengingat Allah SWT.

 

Gempa Bumi Juga Terjadi pada Masa Umar bin Khattab

 

Peristiwa gempa bumi tidak hanya disebut terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Gempa juga pernah terjadi ketika Umar bin Khattab RA menjadi khalifah.

 

Ketika gempa mengguncang Madinah, Umar RA memberikan peringatan kepada masyarakat. Ia mengaitkan peristiwa tersebut dengan perbuatan manusia dan mengingatkan agar mereka tidak mengabaikan maksiat kepada Allah SWT.

 

Atas kejadian itu, Umar RA berkata:

 

"Wahai sekalian manusia, tidaklah gempa ini terjadi melainkan karena perbuatan kalian. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika peristiwa ini kembali terulang, niscaya aku tidak ingin tinggal bersama kalian lagi di tempat ini, untuk selama-lamanya".

 

Kisah tersebut disebutkan dalam Manaqib Umar, karya Ibnu Abid Dunya. Disebutkan bahwa ketika gempa bumi terjadi pada masa Umar RA, beliau segera mengentakkan tangannya ke tanah sembari menyerukan peringatan.

 

"Apa yang terjadi denganmu? Apa yang terjadi denganmu? Ingatlah, jika terjadi kiamat, pasti bumi akan menceritakan beritanya. Sebab, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 

إذا كان يوم القيامة فليس فيها ذراعولا شبر إلا وهو ينطق

 

"Jika terjadi hari kiamat, maka tidak ada sehasta dan sejengkal tanah pun melainkan ia (bumi) akan memberitakannya'.

 

Pelajaran dari Kisah Gempa pada Masa Rasulullah SAW dan Umar RA

 

Kisah mengenai gempa bumi pada zaman Rasulullah SAW hingga masa Umar bin Khattab RA memberikan gambaran tentang bagaimana umat Islam pada masa tersebut menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

 

Gempa bumi menjadi pengingat agar manusia tidak hanya menyaksikan sebuah kejadian, tetapi juga mengambil pelajaran darinya. Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat untuk memperhatikan teguran Allah SWT, sementara Umar RA memberikan peringatan kepada masyarakat agar melakukan introspeksi atas perbuatan mereka.

 

Dengan demikian, kisah gempa pada masa Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab RA dapat menjadi bahan renungan bagi umat Islam.

 

Di tengah berbagai peristiwa alam yang terjadi, manusia diingatkan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki perilaku, serta mengambil hikmah dari setiap kejadian.

 

Peristiwa alam pada akhirnya bukan sekadar sesuatu yang disaksikan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk mengingat kebesaran Allah SWT dan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. (*)


Penulis: Khazim Mahrur

Komentar0

Type above and press Enter to search.