![]() |
| Ilustrasi Pemimpin Zalim (Foto: Created by AI) |
Kepemimpinan
dalam Islam bukanlah sekadar kedudukan atau kekuasaan, melainkan amanah besar
yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari kiamat.
Karena
itu, Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap sifat amanah,
kejujuran, dan keadilan seorang pemimpin.
Selain
itu, Islam juga memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk kezaliman
dan pengkhianatan terhadap rakyat yang dipimpinnya.
Pada kesempatan
ini, detikilmu.com akan membagikan teks khutbah Jumat yang mengangkat tema "Balasan
Allah untuk Pemimpin Zalim yang Menipu Umatnya."
Khutbah I
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ، نَحْمَدُهُ حَمْدًا
كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى،
وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ
وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, segala puji bagi Allah Swt. atas limpahan nikmat, rahmat, dan karunia-Nya yang tiada terhingga.
Berkat nikmat iman, Islam,
kesehatan, serta kesempatan yang dianugerahkan-Nya, kita dapat hadir dan
menunaikan ibadah shalat Jumat pada hari ini.
Shalawat serta
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw., penghulu para
nabi dan rasul, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang setia
mengikuti sunnah beliau hingga hari kiamat.
Jamaah
Jumat yang dimuliakan Allah,
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi amanah. Setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, terlebih amanah kepemimpinan.
Semakin
besar kekuasaan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang dipikulnya.
Rasulullah
ﷺ bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap
kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas
yang dipimpinnya."
Karena
itu, seorang pemimpin tidak boleh menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya
diri, menzalimi rakyat, atau menipu orang-orang yang berada di bawah tanggung
jawabnya.
Rasulullah
ﷺ memberikan peringatan yang sangat keras:
مَا مِنْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ
يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ
الْجَنَّةَ
"Tidaklah
seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rakyat, kemudian ia
meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga
baginya."
Hadis
ini menunjukkan betapa berat dosa pemimpin yang berkhianat terhadap amanah.
Menipu rakyat tidak hanya berupa kebohongan ucapan, tetapi juga mencakup
penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, ketidakadilan hukum, pengabaian hak-hak
masyarakat, serta segala bentuk kebijakan yang merugikan umat demi kepentingan
pribadi atau kelompok.
Ma'asyiral
Muslimin Rahimakumullah,
Kezaliman
merupakan sebab kehancuran suatu bangsa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ
الظَّالِمُونَ
"Dan
jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat
oleh orang-orang zalim."
Allah mungkin menunda hukuman, tetapi Allah tidak pernah melupakan kezaliman. Sejarah umat manusia menunjukkan bahwa banyak penguasa yang sombong dan zalim akhirnya binasa dengan cara yang hina.
Kekuasaan yang mereka banggakan tidak mampu menyelamatkan mereka dari murka Allah. Oleh sebab itu, setiap pemimpin hendaknya menjadikan jabatannya sebagai ladang ibadah dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebaliknya, rakyat pun hendaknya mendoakan para pemimpinnya agar diberikan petunjuk, keadilan, dan rasa takut kepada Allah.
أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ ٱلْعَظِيمَ لِي
وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ ٱلْمُسْلِمِينَ فَٱسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ ٱلْغَفُورُ
ٱلرَّحِيمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا
كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا
الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ
الْمُتَّقُوْنَ .اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ .اَللّٰهُمَّ
أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْ
هٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ .رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .عِبَادَ اللّٰهِ،
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ .فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Komentar0